Kabiro AUAK Larang Lintas Liput Pembangunan Gedung Kampus

Marwan Razak
Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) Marwan Razak, ketika dikonfirmasi terkait pembangunan gedung Auditorium di ruang kerjanya, Rabu, 8 Februari 2021. LINTAS/Taufik Rumadaul

Reporter: Yati Yarni Soamole
Editor: Jamaludin Tuahan


LINTAS.COM  — Kepala Biro Administrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) Marwan Razak melarang Lintas meliput pembangunan gedung di Institut Agama Islam Negeri Ambon.

Menurut Marwan, mahasiswa tidak perlu tahu lebih dalam soal pembongkaran gedung olahraga (Gor). “Itu kebijakan lembaga, tidak mungkin merugikan kampus,” kata Marwan, di ruang kerjanya, Rabu, 10 Februari 2021.

Terkait pembongkaran Gor yang bakal diubah menjadi gedung Auditorium, Marwan berujar, tidak ada hubungannya dengan mahasiswa. Dia menyarankan sebaiknya Lintas mengulik informasi perkuliahan yang sejak sebulan tidak berjalan baik. Atau bertanya terkait uang kuliah tunggal atau UKT mahasiswa.

Kekesalan itu bermula sejak unit kegiatan mahasiswa alias UKM Pers menanyakan pembangunan Auditorium di atas lahan Gor. Dia menolak merincikan biaya renovasi gedung tersebut. Dia juga melontarkan pertanyaan alasan mahasiswa mengetahui besaran dana pendirian gedung.

Mantan Kabiro AUAK IAIN Gorontalo ini mengatakan, fokus pers mahasiswa harus jelas. Bukan menjaga dan memata-matai apa yang dikerjakan kampus. “Kalau ada hak-hak kalian tidak dipenuhi di kampus ini, itu yang kalian pertanyakan,” ujar Marwan.

Direktur Utama Lintas Jamaludin Tuahan mengatakan, tidak seharusnya Marwan melarang Lintas mengetahui informasi terkait pembangunan kampus. “Wajar kalau Lintas dan mahasiswa mencari tahu soal pembangunan, sebab bangunan itu dibikin untuk mahasiswa,” ujarnya.

Jamaludin menambahkan, tugas pers mahasiswa meliput informasi untuk diketahui masyarakat di dalam atau di luar kampus. Kata Dia, semua informasi kampus diberitakan untuk semua orang. “Tugas Lintas adalah mengelola  informasi  sesuai kode etik jurnalistik, UUD pers.”

Auditorium sebelumnya dibangun bersamaan dengan Student Center dan gedung kuliah Manajemen Ekonomi Syariah pada 2017. Pendirian tiga bangunan itu menguras biaya Rp 45,5 miliar.

Namun Auditorium, yang berdiri dekat Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menelan biaya pembangunan sekitar Rp 14,3 miliar. Gedung ini ambruk sebelum diresmikan 2019.

M. Jen Kosso | M. Nurdin Kaisupy

Share this :
About admin 448 Articles
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bergerak dalam bidang jurnalistik—mencari, mengolah, menulis, mengedit, dan mempublikasi sebuah artikel ke khalayak melalui pemberitaan online, koran, dan majalah. Lintas berdiri pada tanggal 24 April 2011.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*