Wakil Rektor III Ancam Tuntut Editorial Lintas

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Institut Agama Islam Negeri Ambon M Faqih Seknun, ketika menjelaskan penundaan musyawarah besar Dewan Eksekutif Mahasiswa,9 Februari 2021/LINTAS/Iswandy Kelilauw

Reporter: Yustri Samallo
Editor: Ihsan Reliubun


LINTAS.COM — Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Institut Agama Islam Negeri Ambon M Faqih Seknun mengancam akan menuntut editorial “Habis Lantik Terbit Caci Maki” lantaran opini itu mengulas makiannya kepada unit kegiatan mahasiswa.

“Opini itu tidak boleh, itu kan nanti dibaca semua orang. Nanti apa yang ada dalam lembaga IAIN Ambon, tidak mengurus kemajuan akademik, persaingan kualitas, dan pembelajarannya,” kata Faqih, ketika menelepon wartawan Lintas, Jumat, 12 Februari 2021.

Ia menilai, isi tajuk itu tidak bermoral, beretika, dan menyinggung perasaannya. Selain itu, terkait pemberitaan, ia menuding Lintas sengaja “menggoreng” namanya. Dari balik telepon itu, ia meminta kabar makiannya tidak diterbitkan berkali-kali.

Yolanda Agne, wartawan yang dihubungi Faqih berkisah, pembantu rektor ini menuturkan bahwa pejabat kampus memiliki hak menuntut. Ia meminta wartawan Lintas supaya berhati-hati, sebab akan terkena dampak. Pers, kata Faqih yang diulangi Yolanda, tidak boleh terlalu melenceng. “Jadi ke depan saya punya hak mengevaluasi pers di IAIN Ambon.”

Kepada Lintas, Faqih membenarkan bahwa ia menelepon Yolanda setelah membaca editorial pada Jumat lalu. Ia membenarkan melarang Lintas mengulang pemberitaan makiannya. “Tapi tanggal 12 itu dinaikkan lagi, itu tidak bagus bagi saya,” ucap Faqih, saat dihubungi, Sabtu sore, 13 Februari 2021.

Menanggapi ancaman Faqih, Direktur Utama Lembaga Pers Mahasiswa Lintas Jamaludin Tuahan, mengatakan pemberitaan pers mahasiswa itu tidak bertujuan menyudutkan pejabat kampus. Kabar yang diberitakan itu dinilai sudah berdasarkan fakta. “Kita berpendapat dan memberitakan sesuatu berdasarkan fakta,” kata Jamaludin.

Jamaludin menerangkan, editorial yang diterbitkan dua hari lalu sebagai sikap Lintas merespons makian pembantu rektor III. Jamaludin menilai perkataan kotor itu merendahkan martabat mahasiswa. Mahasiswa hukum ekonomi syariah ini menegaskan, pihaknya tak akan diam jika menyangkut mahasiswa.

“Kita bekerja sesuai tugas dan tangung jawab selaku pers mahasiswa.” kata dia. “Tugas Pers mahasiswa itu mengevaluasi para pejabat.”

Share this :
About admin 448 Articles
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bergerak dalam bidang jurnalistik—mencari, mengolah, menulis, mengedit, dan mempublikasi sebuah artikel ke khalayak melalui pemberitaan online, koran, dan majalah. Lintas berdiri pada tanggal 24 April 2011.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*