Mahasiswa Tuntut Kampus Perpanjang Waktu Pembayaran SPP

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan M. Faqih Seknun, saat menemui masa aksi yang menuntut memperpanjang Pembayaran SPP, di depan Gapura Kampus, Senin 30 Agustus 2021. Dok. Istimewa

Reporter: Taufik Rumadaul
Editor: Indah Sari Ibrahim


LINTAS.COM — Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Ambon berunjuk rasa menuntut perpanjangan waktu pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP), di pintu utama kampus, Senin, 30 Agustus 2021.

Menurut pedemo, sebagian mahasiswa terlambat bayar SPP lantaran orang tua mereka kesulitan kerja akibat Covid-19. “Lima puluh ribu dalam sehari saja belum pasti, maka lembaga semestinya memberikan toleransi kepada mahasiswa,” kata Rusli Fesunrei, ketika ditemui Lintas usai berorasi.

Senada dengan Rusli, Basyir, mahasiswa yang tertunda bayar ongkos semester ini meminta kampus memperpanjang waktu membayar SPP. Sebab, sampai hari ini mahasiswa semester tujuh itu belum menerima kiriman fulus dari orang tua. “Mereka (orang tua) bilang sabar, belum ada rezeki,” ujar mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, itu.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan M. Faqih Seknun, berjanji akan berupaya perpanjang masa pembayaran SPP sejak 31 Agustus-10 September mendatang setelah rapat bersama petinggi kampus. “Kita masih ikut aturan yang ada,” kata Wakil Rektor III, saat menemui pedemo.

Mahasiswa berjanji akan berunjuk rasa kembali jika kampus tidak memperpanjang waktu melunasi biaya semester. Protes mahasiswa diselingi dengan membakar ban bekas.

Sebelumnya info pembayaran SPP tercetak di spanduk yang terpasang di pelataran kampus, dibuka sejak 16 Juli dan ditutup 31 Agustus 2021.

Nasri Soulissa

Share this :
About admin 512 Articles
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bergerak dalam bidang jurnalistik—mencari, mengolah, menulis, mengedit, dan mempublikasi sebuah artikel ke khalayak melalui pemberitaan online, koran, dan majalah. Lintas berdiri pada tanggal 24 April 2011.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*