Kritik Pelecehan Seksual di Kampus, Karya Pameran UKM Seni Diturunkan

Satpam menurunkan karya yang mengkritik pelecehan seksual dalam pameran UKM Seni di Taman Baca kampus IAIN Ambon. Karya tersebut dianggap tidak sopan untuk dipajang. LINTAS/Indah Sari Ibrahim

Reporter: Yolanda Agne
Editor: Idris Boufakar


LINTAS.COM – Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Husin Anang Kabalmay, bersama wakilnya Nasaruddin Umar menurunkan paksa salah satu karya yang terpajang dalam pameran Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni di Taman Baca Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon. Menurut mereka karya tersebut dianggap tidak sopan dan tidak sesuai dengan aturan kampus.

“Kita pimpinan bertanggungjawab menjaga marwah kampus. Menyampaikan ekspresi, pendapat itu boleh, tapi kita punya aturannya. Kalau di luar tidak apa-apa, kalau di sini kita diatur.” kata Husin kepada Lintas di ruang kerjanya selasa 22 Februari 2022.

Indah Sari Ibrahim salah satu panitia pelaksana kegiatan pameran itu, menolak penurunan karya tersebut saat Dekan Syariah, bersama Wakilnya mendatangi mereka dengan membawa dua orang satpam.

“Mereka mempermasalahkan tulisan “Payudara” menurut mereka karya itu tidak sopan untuk dipajang makanya disuruh turunkan,” ucap Indah sari Ibrahim saat Lintas temui di arena kegiatan Selasa, 22 Februari 2022.

Menurutnya, itu adalah kebebasan berekspresi sekaligus kritik terhadap pelecehan seksual yang belakangan ini marak di kampus-kampus di Indonesia.

“Sedang marak-maraknya pelecehan seksual di kampus, IAIN juga harus merespons hal tersebut, salah satunya dengan membuat pameran ini,” ujarnya.

Indah menambahkan, hanya satu dari sebelas karya yang diturunkan. Karya seni itu, menggambarkan kritik tindak pelecehan di kampus, bertuliskan “Payudara Intelektual Pukul Balik Pelecehan Seksual” di sebuah papan putih yang dipajang.

“Hanya satu karya yang diturunkan, yaitu karya yang mengkritik pelecehan seksual di kampus. Karya yang lain tidak diturunkan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Dekan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam mengatakan akan memberikan sanksi kepada pelaku pelecehan di lingkungan kampus jika terbukti ada.

“Kalau betul ada siapa? Karena ini menyangkut nama baik kampus. Kalau benar ada kita proses. Bikin surat resmi, kita respons. Kalau dosen kita sanksi sesuai kode etik pegawai, kalau mahasiswa ada peraturannya,” kata Husin.

Share this :
About admin 512 Articles
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bergerak dalam bidang jurnalistik—mencari, mengolah, menulis, mengedit, dan mempublikasi sebuah artikel ke khalayak melalui pemberitaan online, koran, dan majalah. Lintas berdiri pada tanggal 24 April 2011.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*