Singgung Majalah Lintas, Warek I: Super Luar Biasa

Seorang perempuan menenteng majalah Lintas saat melintas di Jembatan Merah Putih, Kota Ambon, Senin, 21 Maret 2022. LINTAS/Ihsan Reliubun

Reporter: Lintas.com
Editor: Ihsan Reliubun


LINTAS.COM — Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Insitut Agama Islam Negeri Ambon, Ismail Tuanany, menyebut pemberitaan di majalah Lintas super luar biasa. Alasannya berita yang mengangkat isu kekerasan seksual ini dipasarkan hingga ke luar daerah.

“Supaya diketahui, ini pemberitaan super luar biasa. Mengapa super luar biasa? Selain dicetak lux, dipasarkan ke berbagai daerah. Sama dengan koran-koran nasional bahkan internasional,” kata Ismail dalam keterangan tertulis, yang diterima Lintas, Senin dinihari, 21 Maret 2022.

Bisa dibayangkan berapa harga majalah tersebut jika dilihat dari kualitas kertasnya. Padahal, kata dia, ini media pembelajaran. Media untuk mendidik dan melatih mahasiswa menulis secara profesional sebelum menjadi wartawan di media mainstream.

Wakil Rektor I yang sempat menjabat Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat atau LP2M ini menduga, penerbitan majalah Lintas ditunggangi oknum tertentu yang sengaja mengganggu laju pembangunan kampus.

“Pasalnya, tabloid Lintas bukan media komersial. Namun dicetak dengan kertas lux dan dipasarkan hingga ke kabupaten/kota di Maluku,” kata pengajar manajemen media massa, itu.

Padahal edisi sebelumnya, menurut dia, dicetak dengan harga ekonomis dan hanya dipasarkan di lingkungan kampus. Edisi terdahulu yang disebut Ismail, yakni edisi bertajuk “Bahasa Mati Rasa”. Laporan itu mengangkat isu bahasa daerah di Maluku terancam punah.

Terkait edisi “IAIN Ambon Rawan Pelecehan” yang beredar pada Senin, 14 Maret lalu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Uswah) ini menambahkan, “Anda bisa bayangkan harganya berapa kalau kertasnya seperti itu. Padahal, kita tahu ini media pembelajaran.”

Ismail menjelaskan, Lintas adalah media untuk mendidik dan melatih mahasiswa menulis secara profesional sebelum menjadi wartawan sesungguhnya di media komersial. Dia mengakui aneh lantaran terbitan yang mengungkap kasus kekerasan seksual tersebut bertepatan dengan agenda penerimaan mahasiswa baru.

“Menurut kita, ini hidden agenda. Ada agenda besar yang mereka ingin capai saat kita di kampus menggerakkan kekuatan merekrut mahasiswa baru,” ujarnya. “Menurut saya ini sebuah antitesa dari upaya yang selama ini kami lakukan dalam membangun kampus ini.”

Namun, dia berharap dugaan adanya agenda terselubung ini tidak benar. Penerbitan edisi kedua ini membuat sejumlah wartawan Lintas dikabarkan dilaporkan ke polisi.  Salah satu nama terlapor adalah Pemimpin Redaksi Lintas Yolanda Agne.

“Kami berharap, antitesa yang dimaksud tidak benar. Sehingga, prosesnya di polisi lebih tepat mengungkap kebenarannya, sehingga kampus tidak menjadi beban,” tutur Ismail.

Redaktur Pelaksana Majalah Lintas Taufik Rumadaul, mengatakan dugaan pihak kampus menyebut penerbitan majalah ditunggangi oknum tertentu keliru. Biaya penerbitan tersebut diambil dari dana organisasi dan ditambah dari uang semester milik sejumlah anggota. Soal tunggangi, kata dia, itu persepsi pihak kampus.

“Teman-teman di redaksi patungan menambah biaya percetakan. Soal ditunggangi itu persepsi mereka. Faktanya tidak demikian,” kata Taufik.

Taufik menepis tuduhan adanya agenda terselubung dalam mengangkat isu kekerasan seksual. Dia menegaskan, tidak ada maksud mencemari nama kampus. Niat mengangkat isu kekerasan seksual ini bertujuan memberitahu pengambil kebijakan merespons isu perundungan seksual kepada mahasiswa.

“Kasihan mahasiswa datang dari kampung untuk belajar, malah mendapat perlakuan tak senonoh,” ujar mahasiswa kelahiran Kian Darat, Seram Bagian Timur ini. Bagi dia, Lintas adalah media pembelajaran, sekaligus belajar profesional.

Dia menuturkan, dengan kerja secara profesional Lintas berani menerbitkan majalah tersebut sesuai keputusan redaksi. “Ingat, Lintas bukan humas kampus,” ucap Taufik.

Share this :
About admin 512 Articles
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bergerak dalam bidang jurnalistik—mencari, mengolah, menulis, mengedit, dan mempublikasi sebuah artikel ke khalayak melalui pemberitaan online, koran, dan majalah. Lintas berdiri pada tanggal 24 April 2011.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*