Tolak Kasih Data Pelecehan, IAIN Ambon Polisikan Wartawan Lintas

Sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Ambon berunjuk rasa mendesak kampus mencabut skors enam bulan yang dijatuhkan kepada Indah Sari Ibrahim karena pameran mural "Payudara Intelektual", Jumat, 4 Maret 2022. LINTAS/Ihsan Reliubun.

Reporter: Lintas.com
Editor: Ihsan Reliubun


LINTAS.COM — Pimpinan Institut Agama Islam Negeri Ambon melaporkan Pemimpin Redaksi Lintas Yolanda Agne dan rekannya ke pihak kepolisian. Laporan tersebut terkait data kekerasan seksual yang dimuat dalam majalah edisi “IAIN Ambon Rawan Pelecehan”.

“Hal ini dilakukan untuk memulihkan nama baik kampus yang dilecehkan melalui pemberitaan tabloid Lintas edisi II, Januari 2022,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Ismail Tuanany dalam keterangan tertulis, Senin dinihari, 21 Maret 2022.

Menurut Ismail, laporan itu bertujuan agar kekisruhan yang terjadi dapat diurai secara jernih. Kepolisian mempunyai kemampuan mengungkap apa yang tidak bisa diungkap di hadapan pimpinan. Alasannya, kampus sebelumnya meminta data terkait kasus kekerasan seksual. Tapi Yolanda tak pernah menyerahkan data tersebut ke pihak kampus.

Dia menuturkan, kampus dua kali mendekati Yolanda secara persuasif untuk meminta bukti otentik sesuai pemberitaan. “Misalnya, inisial para pelaku dan sebagainya,” tutur dia. Namun dua kali pertemuan di rektorat, Yolanda cs. enggan memberikan data tersebut. “Minimal data para pelaku agar diproses lebih lanjut. Sayangnya, upaya itu tidak membuahkan hasil.”

Sebelumnya pertemuan antara Yolanda cs. dan pihak kampus pada Rabu, 16 Maret 2022. Sehari sebelumnya ada pertemuan, di mana Yolanda berjanji akan datang bersama Direktur Utama Lintas dan menyerahkan data kasus kekerasan seksual yang diangkat dalam majalah.

Pada pertemuan tersebut Yolanda dan Direktur Utama Lintas M. Sofyan Hatapayo justru memaksa pihak kampus membentuk tim advokasi yang melibatkan pihak eksternal. Tanpa menyerahkan data yang dijanjikannya.

Selanjutnya, Ismail menjelaskan melaporkan kru Lintas ini sekaligus menjawab permintaan Yolanda cs. agar kasus tersebut diproses secara transparan dan independen. “Kami laporkan di polisi agar mereka dapat memprosesnya sesuai keahlian mereka. Sekaligus untuk menjaga independensi penyelidikannya,” tutur dia.

Menanggapi laporan tersebut, Pemimpin Redaksi Lintas Yolanda Agne mengatakan, yang dilakukan kampus keliru. Pertama, jika kampus serius mau mengusut masalah ini, maka segera membentuk satuan tugas.

Satgas itu sudah tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi, Pasal 23. Setelah satgas terbentuk baru data tersebut diserahkan ke pihak yang berwenang. “Data itu bukan asal dilempar begitu saja. Ada regulasi, nah pihak kampus harus bekerja sesuai regulasi itu,” katanya.

Dengan meminta data tanpa menyiapkan tim khusus yang bertugas menangani masalah tersebut, Yolanda berujar, persoalan ini tidak akan selesai. “Kalau cuma minta inisial terduga, beta pikir inisial itu sudah tertulis jelas di majalah,” Yolanda menambahkan. “Atau jangan-jangan enggak baca majalah.”

Mahasiswi Jurusan Jurnalistik Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, itu mengatakan, belajar dari pengalaman laporan kekerasan seksual diterbitkan Lintas pada 2016. Kampus membentuk tim investigasi dan hasil pengusutannya tak pernah dibuka. Belakangan, kata Yolanda, terduga pelaku masih diberi jabatan penting di fakultas.

“Pengalaman itu membuat Lintas waswas ketika harus memberikan data korban dan terduga ke kampus. Ini menyangkut etika jurnalistik, dan hak korban untuk dilindungi.”

Selanjutnya, jika kampus tidak segera menerapkan Permendikbudristek Nomor 30, dia bertutur, institusi ini belum sepenuhnya aman dari kekerasan seksual. Permendikbud, katanya, solusi bagi kampus mencegah dan menangani kekerasan seksual. “Jadi bukan hanya kasus di majalah ini. Tapi untuk kasus lain ke depannya,” kata Yolanda.

Share this :
About admin 512 Articles
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bergerak dalam bidang jurnalistik—mencari, mengolah, menulis, mengedit, dan mempublikasi sebuah artikel ke khalayak melalui pemberitaan online, koran, dan majalah. Lintas berdiri pada tanggal 24 April 2011.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*