LBH Pers Desak Rektor IAIN Ambon Cabut SK Pembekuan LPM Lintas

Logo LBH Pers/LBH Pers.org

Reporter: Lintas.com
Editor: Yolanda Agne


LINTAS.COM — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mendesak Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon, Zainal Abidin Rahawarin untuk mencabut Surat Keputusan (SK) pembekuan pers mahasiswa Lintas. Surat keputusan ini turun setelah Lintas menerbitkan majalah dengan judul “IAIN Ambon Rawan Pelecehan”.

“Mendesak Rektor IAIN Ambon untuk mencabut SK Rektor tentang Pembekuan LPM Lintas IAIN Ambon karena bertentangan dengan prinsip demokrasi dan hak asasi manusia,” tulis LBH Pers dalam keterangan tertulis yang diterima Lintas pada Ahad, 27 Maret 2022.

Menurut LBH Pers temuan Lintas seharusnya menjadi perhatian semua pihak terutama pimpinan di IAIN Ambon, terlebih setelah terungkapnya sejumlah kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi. LBH Pers menambahkan, majalah yang diterbitkan pada 14 Maret 2022 ini merupakan hasil investigasi yang perlu dihormati kerja jurnalistiknya.

“Rektor IAIN Ambon beserta jajaran dan seluruh sivitas akademik agar menghormati kerja jurnalistik yang sedang dijalankan LPM Lintas,” tulis LBH Pers.

Setelah majalah terbit, Lintas mendapat sejumlah tekanan dan serangan. Mulai dari intimidasi, penganiayaan, pengerusakan sekretariat, hingga pembekuan melalui SK Rektor Nomor 92 Tahun 2022.

Selain itu, ada dugaan upaya kriminalisasi berdasarkan pengakuan pihak otoritas yang telah menempuh mekanisme pidana terhadap Lintas, dengan tuduhan pencemaran nama baik. LBH Pers menilai langkah yang diambil rektor bertentangan dengan prinsip demokrasi, hak asasi manusia, kebebasan berekspresi dan berpendapat, serta kemerdekaan pers.

“Rektor IAN Ambon beserta jajaran agar memberikan respons progresif berdasarkan laporan hasil investigasi Lintas dengan memebentuk tim investigasi berdasarkan SK Direktur Jendral Pendidikan Kementerian Agama Nomor 5494 Tahun 2019,” tutur LBH Pers.

LBH Pers juga mendesak Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Direktur Jenderal Pendidikan Muhammad Ali Ramdhani, menginvestigasi dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh pimpinan IAIN Ambon lantaran membuat IAIN terkesan anti demokrasi.

Majalah Lintas edisi II ini membongkar 32 kasus kekerasan seksual di IAIN Ambon. Korban yakni 7 laki-laki dan 25 perempuan, sedangkan 14 terduga pelaku perundungan seksual terdiri dari 8 dosen, 3 pegawai, dan 1 alumnus. Lintas menemukan kekerasan seksual yang dialami mahasiswa di kampus terjadi sejak 2015.

Share this :
About admin 512 Articles
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bergerak dalam bidang jurnalistik—mencari, mengolah, menulis, mengedit, dan mempublikasi sebuah artikel ke khalayak melalui pemberitaan online, koran, dan majalah. Lintas berdiri pada tanggal 24 April 2011.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*