Kembali Untuk Menulis “Ini Tulisanku, Mana Tulisanmu”

10251977_636562683103320_7850841583082083839_n

Oleh : Zulkarnain

Sejarah dicatat dan dibukukan dengan ukiran sang penulis hingga membentuk kata dan rangkaian kalimat yang bermakna, hingga para ilmuwan rela dengan berjuta-juta pengeluaran untuk menghargai suatu tulisan dan mengoleksi buku-buku di perpustakaan mereka, karena mereka tahu efek yang terbesar dari tulisan mampu meninggalkan bekas di hati para pembaca.

Aneh bin langka ketika seseorang mengaku dirinya aktifis, Dosen dengan bergelar Doktor di bidang apapun, Mahasiswa yang menjadi profokator agen perubahan tapi dalam sejarah, ukiran tangannya tak pernah menggoreskan secarik kertas dengan pena yang ia banggakan, menggetarkan pembaca dengan tulisan dan karyanya dan hanya bisa bengong menatap penanya.

Menulis bagi saya tidak hanya menyusun huruf menjadi kata, lalu tercipta menjadi kalimat, hingga terbentuk menjadi paragraf. Tapi yang pada intinya menulislah dengan penuh makna, karena menulis itu obat, menulis itu menyembuhkan, menulis dengan rangkaian rasa dan asa, tercipta dari akal hingga akhirnya terbentuk menjadi gagasan.

Inspirasikan kampus hijau ini dengan tulisan, maju mundurnya sutu peradaban kampus karena ilmu yang mereka rangkai dengan tulisan, karena itu adalah fitrah manusia, berkacalah pada perdaban barat, yunani, mesir kuno, mesopotamia bahkan perdaban masa kini dengan penuh gemerlap teknologi yang memanjakan penggunanya. kenapa mereka bisa bangkit dan berkembang? Pertanyan yang harus kita jawab, Jawabannya karena mereka berevolusi sebagai hasil dari sebuah pemikiran dan tulisan. Sebuah peradaban, masyarakat dan individu bisa dan sangat merasa nyaman, atau bahkan resisten terhadap kebangkitan karena tulisan yang dikomsumsinya sehari-hari.

Membacalah lalu tulislah

Saya berbincang-bincang dengan teman-teman yang kini mereka mulai menulis, kendala yang terberat bagi mereka ketika mereka mulai ingin menulis adalah menentukan kata awal dalam penulisan, dan sebagai mereka mengeluh kurangnnya inspirasi. Aku setuju dengan apa yang mereka risaukan, tapi semuanya akan terjawab ketika rasa keingintahuan mereka mulai dengan menulis apa yang di pikiran mereka, seiring berjalan apa yang ditulis dia akan tersadar aku bisa menulis. Dimanakah aku mendapatkan inspirasi untuk menulis? Seorang yang lagi jatuh cinta mampu berusaha sebaik mungkin untuk mengeluarkan kata-kata indah untuk kekasihnya, meskipun ia bukanlah penyair atau sang puitis yang handal, semua itu karena ia jatuh cinta.

Jatuh cintalah pada pena anda, lalu tuliskanlah apa yang anda rasakan, karena anda akan menemukan kekasih yang terbaik anda di balik paragraf yang anda tuliskan.

Who My Inspiring?

Aku ingin mencontohi Asma Nadia yang mampu menulis Novel fiksi dengan judul “Assalamu ‘alaikum Beijing” hingga di filmkan dan mampu menarik sejuta penonton di Indonesia, kata yang indah mampu membawa dan menerawang kepada kenyataan, ungkap temanku pada saat aku menanyakannya tentang seseorang yang sangat menginspirasinya dalam menulis.

Di lain sisi, lihatlah Umberto Eco seorang novelis, Semiolog, lagi pakar Semiotika yang mampu menciptakan masterpiece “Il Nome Della Rosa” dengan diterjemakan dengan bermacam-macam bahasa, dan akhirnya di filmkan dengan judul “The Name Of The Rose” yang mampu menciptakan tulisan yang mampu merubah pola pikir tentang kehidupan Kristen, benarkan Allah pernah tertawa? Maka, jawabnnya akan mengantarkan pada peristiwa-peristiwa mengguncangkan di sebuah biara, kematian datang dan tragisnnya, kehancuran pun adalah jawab dari segalanya, begitulah Umberto Eco menulis dalam karyanya.

Itulah mereka sebagian penulis yang mampu menebarkan serbuk-serbuk inspirasi tersebut. Inspirasikan diri anda pada daftar deretan nama-nama penulis-penulis yang anda sukai, buatlah jurnal, karya ilmiah, karja jurnalistik agar anda menjadi seorang penulis sejati, Ketika seorang Orator mampu menggetarkan hati para pendengarnya, maka luluhkanlah hati pembaca dengan tulisan yang anda tulis. Karena tinta yang anda torehkan adalah harga mati anda sebagi seorang penulis yang akan menjadi agen perubahan. Selamat menulis

*Penulis ialah Pemimpin Umum LPM Lintas IAIN Ambon

 

Share this :
About admin 484 Articles
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bergerak dalam bidang jurnalistik—mencari, mengolah, menulis, mengedit, dan mempublikasi sebuah artikel ke khalayak melalui pemberitaan online, koran, dan majalah. Lintas berdiri pada tanggal 24 April 2011.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*