SK Lintas Tak Kunjung Tiba

Ilustrasi: Presma.org

Kembali menahan SK Lintas. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama IAIN Ambon Abdullah Latuapo, hingga hari ini belum mengeluarkan SK Lembaga Pers Mahasiswa Lintas. Hal tersebut merupakan kali ke tiga, setelah sebelumnya dua periode kepengurusan Lintas tak dibekali SK oleh Latuapo.

Pengurus Lintas telah berulang kali mendatangi Latuapo, menanyakan perihal SK Lintas periode 2019-2020. Namun, Latuapo enggan memberikan SK. Sehingga pengurus Lintas kembali menjalankan program kerjanya tanpa ada “legitimasi hukum” dari pihak kampus.

Penahanan SK kali ini, Latuapo beralasan meminta, supaya semua Indeks Prestasi Kumulatif pengurus Lintas—ditunjukkan padanya. Padahal, tidak semua UKM diperlakukan demikian.

Sebelumnya, Latuapo kerapkali mendatangi sekretariat Lintas —memerintahkan supaya pengurus meninggalkan sekretariat yang berkedudukan di lantai dua Gedung Kembar. Tak hanya Lintas, sejumlah UKM yang menempati Gedung Olah Raga juga diperintahkannya keluar.

Kebiasaan Latuapo menahan SK Lintas—menjadikan Rektor IAIN Ambon Hasbollah Toisuta, menolak ditemui wartawan Lintas berkali-kali saat hendak meminta tanggapannya terkait pemberitaan.

Hasbollah mengaku akan menerima awak Lintas apabila SK pengurus Lintas sudah dikeluarkan Latuapo.

Hak mendapatkan informasi bagi “masyarakat” di kampus seperti dicegat. Mencoba menahan SK Lintas berarti sama saja membunuh kerja UKM Pers. Segala bentuk keresahan mahasiswa sudah dianggap biasa-biasa saja. Apakah birokrat kampus adalah musuh UKM Pers?

Latuapo seperti tak mengindahkan janjinya. Pada periode 2018 lalu, Latuapo janji mengeluarkan SK Lintas tapi ternyata tidak dikeluarkan hingga Musyawarah Besar Lintas kembali digelar Januari 2019 kemarin. Setelah terpilihnya pengurus baru, dengan harapan dapat di-SK-kan kampus, kembali sia-sia.

SK sangat dibutuhkan pengurus Lintas sebagai basis pertahanan organisasi intra kampus. Tapi sampai Maret, Latuapo belum memberikan SK Lintas. Alih-alih membenarkan tindakannya menahan SK Lintas yang sudah bersarang diruangannya.

Sebagai wakil rektor yang membidangi bidang kemahasiswaan dan kerja sama, Latuapo seakan-akan membunuh kreativitas mahasiswa melalui penahanan SK Lintas berlarut-larut lamanya. Hal tidak biasa yang dijadikan Latuapo biasa-biasa saja.

 

Catatan: Tulisan ini sepenuhnya tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi lpmlintas.com


Penulis: Yustri Samallo
Adalah Pengurus UKM Pers atau Pemimpin Redaksi di Lintas. Ia dapat dihubungi melalui: yustrisamallo@gmail.com

Share this :
About admin 484 Articles
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bergerak dalam bidang jurnalistik—mencari, mengolah, menulis, mengedit, dan mempublikasi sebuah artikel ke khalayak melalui pemberitaan online, koran, dan majalah. Lintas berdiri pada tanggal 24 April 2011.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*