Mahasiswa HPI IAIN Ambon Tuntut Omnibus Law di Cabut

Mahasiswa Jurusan Hukum Pidana Islam (HPI) Institut Agama Islam Negeri IAIN Ambon melakukan aksi menolak Omnibus Law di Depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Kamis, 15 Oktober 2020/Lintas/M Nurdin Kaisupy.

Reporter: M Nurdin Kaisupy
Editor: Jamaludin Tuahan

LINTAS.COM – Sejumlah masa kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Kamis, 15 Oktober 2020. Masa yang tergabung dalam jurusan Hukum Pidan Islam (HPI), Institut Agama Islam Negeri IAIN Ambon tersebut, menolak Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) agar segara dicabut serta dibahas ulang oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia.

Kordinator Aksi Rizal Selano mengatakan, sebagai mahasiswa hukum, Ia memandang UU Omnibus Law  berdampak buruk bagi masyarakat. “UU Omnibus Law cacat secara formil maupun materil. Putusan pemerintah tidak memenuhi aspek sosiologis, filosofis, yuridis secara menyeluruh,” ujarnya saat di wawancari Lintas lewat telepon seluler.

Rizal berharap, aksi mereka bisa ditindaklanjuti oleh DPRD Provinsi Maluku, hingga ke Presiden republik Indonesia Joko widodo. “Semoga pihak DPRD Provinsi Maluku secara bersama memberikan pernyataan sikap, menolak tegas Omnibus Law serta meminta kepada pemerintah pusat yakni, Presiden Republik Indonesia agar mencabut Omnibus Law, supaya dibahas ulang, sehingga dapat mengurangi masalah yang diangap merugikan masyarakat,” tuturnya.

Abdul Jihad Toisuta disela-sela aksi mengajak pihak DPRD debat terbuka mengenai UU Omnibus Law yang disahkan pemerintah beberapa minggu lalu. “secara prosedur, UU Omnibus Law dalam pengesahanya telah cacat,” tuturnya.

Sebelumnya pada Senin, 12 Oktober 2020, mahasiswa IAIN secara bersama telah melakukan aksi didepan Kantor Gubernur Maluku. Mereka meminta Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno menandatangani petisi penolakan UU Omnibus Law, namun hal itu ditolak Barnabas dengan alasan masi ada Gubernur Maluku Murad Ismail sebagai pimpinan tertinggi di Maluku.

Share this :
About admin 472 Articles
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bergerak dalam bidang jurnalistik—mencari, mengolah, menulis, mengedit, dan mempublikasi sebuah artikel ke khalayak melalui pemberitaan online, koran, dan majalah. Lintas berdiri pada tanggal 24 April 2011.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*