Khawatir Mahasiswa Demo karena Dibayar, Rektor: Akan Mencoreng Marwah Lembaga

Mahasiswa berunjuk rasa di pelataran Institut Agama Islam Negeri Ambon, Senin, 27 Juli 2020/LINTAS/Winda Herman.

Reporter: Yolanda Agne
Editor: Ihsan Reliubun


LINTAS.COM – Rektor Institut Agama Islam Negeri Ambon Zainal Abidin Rahawarin, memberikan kebebasan kepada mahasiswa berunjuk rasa. Namun, ia mengkhawatirkan ada mahasiswa berdemo karena dibayar.

“Jangan sampai ada stigma atau asumsi bahwa mahasiswa IAIN identik dengan tukang demo. Apalagi (demo karena) dibayar,” kata Zainal, di ruang kerja gedung Student Center, Selasa, 1 Desember 2020.

Terkait pedemo bayaran sempat disinggung Zainal dalam pertemuannya bersama sejumlah pengurus organisasi kampus pada 19 November lalu. Kekhawatiran itu muncul karena ia beranggapan akan memperburuk nama kampus. Rektor berujar, “Tentu akan mencoreng marwah baik lembaga.”

Selanjutnya, rektor yang dilantik Menteri Agama Fachrul Razi di Jakarta, 6 November 2020 itu, tidak membenarkan mahasiswanya berdemo sembari mengeluarkan makian, menghujat, dan merusak fasilitas kampus.

Baca: Jika Aspirasi Mahasiswa Tidak Direspons, Rektor: Sampaikan ke Saya

Pelaksana tugas Sekretaris Jenderal Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema), Jihad Toisuta, mengaku sependapat dengan rektor. Dalam berdemo, kata dia, mahasiswa tidak boleh dimobilisasi siapa pun untuk kepentingan tertentu.

“Kita sebagai kaum intelektual harus paham dengan apa yang ingin disampaikan,” ujar Jihad, ketika dihubungi, Rabu, 2 Desember 2020. Ia salah satu mahasiswa yang terlibat dalam unjuk rasa menuntut pencabutan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja.

Setiap unjuk rasa, Jihad berujar, harus dipertanggungjawabkan secara intelektual. Mahasiswa semester akhir yang namanya disebut dalam pencalonan ketua Dema ini mengecam mahasiswa yang menyampaikan aspirasi karena dibayar.

Usman Rumadaul | Dewinta A. Karepisina

Share this :
About admin 490 Articles
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bergerak dalam bidang jurnalistik—mencari, mengolah, menulis, mengedit, dan mempublikasi sebuah artikel ke khalayak melalui pemberitaan online, koran, dan majalah. Lintas berdiri pada tanggal 24 April 2011.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*