Jika Aspirasi Mahasiswa Tidak Direspons, Rektor: Sampaikan ke Saya

Rahawarin, menjelaskan kekhawatirannya terkait mahasiswa yang terlibat unjuk rasa karena dibayar, di ruang kerjanya gedung Student Center, Selasa, 1 Desember 2020. LINTAS/Haliudin Ulima
Rektor Institut Agama Islam Negeri Ambon Zainal Abidin Rahawarin, menjelaskan kekhawatirannya terkait mahasiswa yang terlibat unjuk rasa karena dibayar, di ruang kerjanya gedung Student Center, Selasa, 1 Desember 2020. LINTAS/Haliudin Ulima

Reporter: Yolanda Agne
Editor: Ihsan Reliubun


LINTAS.COM – Rektor Institut Agama Islam Negeri Ambon Zainal Abidin Rahawarin, mengatakan jika ada aspirasi mahasiswa tidak direspons pihak fakultas, dekan, hingga Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, maka keluhan itu bisa disampaikan kepada dia.

“Mahasiswa bisa langsung menyampaikannya ke saya,” kata Zainal, di ruang kerja gedung Student Center, Selasa, 1 Desember 2020. Ia berujar, setiap aspirasi mahasiswa perlu disalurkan dan didengar.

Dengan menyampaikan keluhan itu ke rektor, kata dia, aspirasi mahasiswa akan ditampung dan dikoordinasikan ke pihak terkait sesuai aturan di kampus. “Apa pun yang dapat membuat mahasiswa lebih baik, saya bersedia membantu,” tutur dia.

Sebelumnya, Zainal mengaku memberikan kebebasan kepada mahasiswa berunjuk rasa. Namun, ia tidak membenarkan mahasiswa berdemo sembari mengeluarkan makian, menghujat, dan merusak fasilitas kampus.

Zainal adalah rektor terpilih menggantikan Hasbollah Toisuta. Pengajar di Fakultas Ushuluddin dan Dakwah ini dilantik Menteri Agama Fachrul Razi di Jakarta, 6 November lalu setelah menggeser sejumlah rekan lainnya.

Sejumlah rekannya yang mencalonkan diri menduduki jabatan rektor saat itu, yakni profesor Halik Latuconsina, profesor Idrus Sere, M. Yamin Rumra, Rajab, Samad Umarella, dan Eka Uar, yang mencalonkan diri sebagai rektor.

Usman Rumadaul | Dewinta A. Karepisina

Share this :
About admin 490 Articles
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bergerak dalam bidang jurnalistik—mencari, mengolah, menulis, mengedit, dan mempublikasi sebuah artikel ke khalayak melalui pemberitaan online, koran, dan majalah. Lintas berdiri pada tanggal 24 April 2011.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*