Laboratorium Komunikasi Massa Minim Peralatan, Praktik Mahasiswa Terhambat

Suasana praktik mahasiswa di gedung Laboratorium Komunikasi Massa Ushuluddin dan Dakwah IAIN Ambon, Jumat, 26 Februari 2021. LINTAS/Al Baqhir Latuapo

Reporter: Al-Baqhir Latuapo
Editor: Iswandi Kelilauw


LINTAS.COM — Kerusakan peralatan praktik di Laboratorium Komunikasi Massa Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (USWAH), Institut Agama Islam Negeri Ambon menghambat proses belajar mahasiswa. Kerusakan perangkat paraktik pun memicu ketidakpuasan mahasiswa memakai sarana praktik.

Mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Lin Umagap, mengatakan ketidakpuasan itu disebabkan oleh peralatan laboratorium yang hanya terpakai sebagian. “Itu memperlambat kuliah dan tidak puas memakainya,” tutur Lin ketika ditemui Lintas pada Kamis, 31 Maret 2021.

Selain Lin, protes kerusakan fasilitas laboratorium pun datang dari Ayun. Mahasiswa sosiologi agama itu menilai kerusakan, seperti komputer menyulitkan mereka dalam mengikuti praktik dan memanfaatkan komputer mencari tugas kuliah.

Kerusakan peralatan laboratorium itu meliputi 2 kamera video, 3 Canon digital single-lex reflex (DSLR), 1 headphone, serta 10 unit komputer. “Yang berfungsi hanya 7 komputer dan 2 kamera (video),” kata Kepala Laboratorium Komunikasi Massa Mahdi Malawat, Rabu, 24 Maret lalu.

Mahdi mengaku baru mengusulkan pengadaan headphone ke pihak fakultas. Sementara sejumlah fasilitas cacat masih dalam pembuatan laporan kerusakan untuk diajukan ke rektorat. Dengan fasilitas praktik tidak memadai, Mahdi beralasan, sebagian perangkat bisa digunakan mahasiswa dengan maksimal.

Terkait kerusakan sejumlah perlatan tersebut, Dekan Uswah Ye Husen Assagaf, mengaku sudah melaporkan kerusakan fasilitas laboratorium ke rektorat, Senin, 15 Maret lalu. Namun laporan itu belum mendapat tanggapan rektorat.

Perihal peralatan laboratorium, Kepala Bagian Umum dan Hubungan Masyarakat IAIN Ambon Hamirudin, mengatakan kerusakan itu menjadi kewenangan pihak fakultas. Kecuali fasilitas tersebut berada di rektorat. “Kita yang akan bertanggung jawab atas itu,” ujar Hamirudin pada Selasa, 30 Maret 2021.

Ia juga menjelaskan, surat pengusulan penambahan fasilitas laboratorium sudah diterima rektorat. Namun peralatan yang diusulkan harus dikonsultasikan kepada pihak TVRI Ambon.

“Jangan sampai kita membeli barang-barang tersebut tidak ada manfaatnya,” ujar Hamirudin. Ia menjelaskan, 15 Maret lalu, Rektor Zainal Abidin Rahawarin sudah meminta pihak TVRI memeriksa peralatan cedera tersebut. “Apabila ada kekurangan, maka pihak lembaga akan memfasilitasi.” Tuturnya.

Karman Rumarubun

Share this :
About admin 464 Articles
Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), organisasi internal kampus atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), bergerak dalam bidang jurnalistik—mencari, mengolah, menulis, mengedit, dan mempublikasi sebuah artikel ke khalayak melalui pemberitaan online, koran, dan majalah. Lintas berdiri pada tanggal 24 April 2011.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*